Soto is a lot of foods preferred by the public. Many variations of the soup, like beef soup or chicken soup, but whether you ever tried to goose meat soup. Looks like the goose soup should be a menu alternative, at the time of fasting and later when widths. Creators goose soup, Chef Budi Prasetyo said the company deliberately chose to alternatives because of goose meat, rarely used as a cooking ingredient.
"If the meat is cooked and is felt no less tasty with chicken." Budi said which is also the Head Chef in the hotel Lor ins. Budi added, to make the necessary soto goose flesh goose which weighed between 1.5 to 1.7 kg. "With between 4-5 months old goose," he said when met in the kitchen Timlo.net Lor In. As for the marinade itself is very easy to obtain, such as tomatoes, celery, green onion.
How to cook the goose soup is quite easy, after the swan goose cleaned boiled for 4-5 hours on a medium heat. The texture of the meat is different so it takes some time. While waiting for meat to cook, prepare supplementary materials such as diamond, salted egg, berkedel, crackers, orange juice, and green sauce.
Budi added, goose soup menu is prepared to welcome Eid this year. "I purposely avoid a food that uses coconut milk." Budi said. In the meantime, can you taste the soup in Sasono Budjono a price of Rp 65 thousand per serving, or maybe you want to make yourself at home by adding other creations. Please try.
Source: Henderson / Timlo.net
See also:
Dim Sum
Sour Sally
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Enaknya Soto Umar
Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Senin, 29 November 2010
Dim Sum that Halal
One of the preferred type of Chinese food is Dim Sum, a kind of dish that the presentation of all the steam, are as compelling as any restaurant that sells its main menu Dim Sum in front of the shop or at Sett restaurannya using steam (steam) that the grammar is very beautiful . Each type of Dim Sum in sales per package for the restaurant is usually sold in Brunei B $ 10 for 5 types of Dim Sum in Malaysia 25 ringgit and in China I never ate with the price of 50 RMB / yuan, with the same quantity 5 types of Dim Sum.
Each type of Dim Sum has its own tastes like Nori fish = fish that crushed the contents mixed with shiitake mushrooms and the wrap using seaweed. Caviar prawn = mixture of chicken and shrimp meat is wrapped in leather popia and store it in chicken soup egg ikan.ada also taking Chinese herbs and ginseng and my favorite is the tender chicken legs to the bone with oyster sauce and seasoning wear kicap sesame oil and salt.
But there is one thing that makes withy Dim Sum many wearing non-kosher ingredients and even the original ingredient is mixed with a lot of meat or offal pigs.
For in the Brunei and Malaysia are very easy to get a kosher Dimsum because non-kosher restaurant is always given a label "not a place for Muslims" so immediately we can choose others elsewhere. But in Singapore or even in China, I fuss at all. As a result because he wanted to try Dim Sum in China I ordered the Vegetarian Dim Sum in a restaurant that serves Dim Sum from vegetables, but even so still good.
Source: Tedi - wisata.kompasiana.com
See also:
Soto
Sushi
Each type of Dim Sum has its own tastes like Nori fish = fish that crushed the contents mixed with shiitake mushrooms and the wrap using seaweed. Caviar prawn = mixture of chicken and shrimp meat is wrapped in leather popia and store it in chicken soup egg ikan.ada also taking Chinese herbs and ginseng and my favorite is the tender chicken legs to the bone with oyster sauce and seasoning wear kicap sesame oil and salt.
But there is one thing that makes withy Dim Sum many wearing non-kosher ingredients and even the original ingredient is mixed with a lot of meat or offal pigs.
For in the Brunei and Malaysia are very easy to get a kosher Dimsum because non-kosher restaurant is always given a label "not a place for Muslims" so immediately we can choose others elsewhere. But in Singapore or even in China, I fuss at all. As a result because he wanted to try Dim Sum in China I ordered the Vegetarian Dim Sum in a restaurant that serves Dim Sum from vegetables, but even so still good.
Source: Tedi - wisata.kompasiana.com
See also:
Soto
Sushi
Jenis Macam Dim Sum? Banyak!
Siapa tak kenal Dim Sum? Kalau di Indonesia kita sering mengaitkannya dengan somay. Walaupun sebetulnya, dim sum tidak melulu somay. Dim sum sendiri adalah makanan khas Kanton, RRC. Biasanya dim sum disajikan dalam porsi kecil di dalam pengukus bambu atau di atas piring kecil.
Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.
Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.
Macam-macam dim sum:
Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.
* Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
* Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
* Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
* Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.
Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.
* Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
* Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu.
Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.
Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.
Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.
Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.
Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.
Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.
Sumber : resepdunia.blogspot.com
Lihat juga:
Soto
Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.
Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.
Macam-macam dim sum:
Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.
* Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
* Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
* Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
* Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.
Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.
* Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
* Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu.
Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.
Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.
Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.
Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.
Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.
Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.
Sumber : resepdunia.blogspot.com
Lihat juga:
Soto
Kamis, 25 November 2010
Yellow Soto from Central Bogor
Bogor yellow Soto enough fans. In this rainy city, many sellers are peddling soup on the sidewalk. But if you want to feel the most comfortable, go to Jalan Suryakencana (Surken) Bogor precisely Hunchback Mr. Soto and Mr. Joseph. It's right at the intersection jl. Wheels, Gg. Aut, Suryakencana, District Central Bogor, Bogor.
This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.
But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.
A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.
Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Burger King
Sour Sally
This soup is made from coconut milk laced with turmeric until golden color. The contents of beef and offal is placed on the container which was covered with banana leaves. With a sharpened iron, buyers can pick and stabbed the meat of choice. There is tripe, tongue, meat, tendons, and intestines. Once selected, carpenters soto chop in match size and arranging them in a bowl. Once equipped with sweet soy sauce, chopped celery, and fried onions, beef broth soup was doused hot nan. Very good taste. There is also provided chips or fried chips as an additional jengkol.
But to be able to enjoy the pleasures of this Hunchback Pak yellow soup, visitors should arrive at 7 am, because at 10 it is definitely gone. Moreover, when Saturdays, Sundays, and holidays, must scramble. No wonder that Mr. Soto Hunchback could spend jerohan 6 kg of meat and cattle a day.
A similar Soto also enjoyed the afternoon at another merchant. It lies still on Jl. Suryakencana, across from the Bank CIC. The seller is Mr. Blue. The price is the same as Mr. Hunchback that is between Rp 1,500 - Rp. 3,000 or USD 1,000 for rice added.
Same with Mr. Soto and Mr. Joseph Hunchback, in Soto Pak Iwan, buyers also must be willing to stand in line when Saturday night arrives. Because the bench that provided very limited. It could if we came at 19:00, sotonya already exhausted. Though Iwan, began to open a new merchandise at 17.00. Soto most delicious yellow chips accompanied jengkol. Do not be afraid of the smell, because with such processing, taste and smell jengkol almost disappeared. (* / Unt)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Burger King
Sour Sally
Rabu, 24 November 2010
Ice cream is Marissa's favourite
Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Senin, 22 November 2010
Soto Ayam dengan Sambal Hijau
Berbagai macam jenis makanan yang bisa diolah dengan bahan dasar ayam, salah satunya adalah Soto. Berikut adalah resep cara pembuatan Soto Ayam dengan Sambal Hijau.
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Bahan:
850 gr ayam
250 gr minyak goreng
250 gr serai
25 gr daun jeruk
2 lt kaldu ayam
30 gr garam
30 gr kaldu bubuk
10 gr lada bubuk
150 gr soun, rendam, potong-potong
100 gr taoge, rebus
20 gr daun bawang, iris
20 gr seledri, iris
20 gr jeruk nipis
20 gr sambal hijau
20 gr kecap manis
Haluskan:
200 gr bawang merah
250 gr bawang putih
150 gr jahe
200 gr lengkuas
200 gr kemiri
250 gr kunyit
Cara membuat:
1. Rebus ayam hingga lunak, angkat, sisihkan.
2. Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus, tambahkan serai, dan daun jeruk, masak sampai harum. Tuang bumbu ke dalam rebusan kaldu, masak sampai bumbu matang.
4. Tata soun, taoge, daun bawang, seledri, dan ayam suwir di dalam pinggan. Siram dengan kuah panas, hidangkan dengan taburan bawang goreng, air jeruk nipis, kecap manis, dan sambal hijau.
Sumber : chef Irvan Aprianto, Hotel Santika Bandung - Erwin Kuditawati - female.kompas.com
Lihat juga :
Sate
Burger King
Minggu, 21 November 2010
Nikmatnya Soto Banjar
Kuah kekuningan yang mengepul panas menebarkan aroma wangi rempah yang sedap. Racikan Soto ayam ini benar-benar gurih enak. Rasa kaldu yang kuat dan irisan telur bebek rebus yang kenyal-kenyal gurih membuat soto ini makin sempurna sebagai soto Banjar!
Berulang kali melintasi Jl. Pajajaran Bogor warung soto Banjar ini selalu menggoda selera. Hampir tak pernah sepi pengunjung dan kenangan akan rasa gurih yang enak membuat saya selalu ingin mampir lagi. Seperti siang itu saat gerimis mulai turun, semangkok soto Banjar yang hangat mengepulpun jadi target utama saya.
Ternyata setelah memesan soto Banjar saya masih tergoda dengan tampilan ketupat Kandangan yang unik. Ketupat ini memakai ikan haruan bakar dengan siraman kuah gurih yang enak. Hmm.. .jadilah ketupat Kandangan plus nasi kuning Banjar pun saya pesan untuk menumpas kangen masakan Kalimantan Selatan!
Kuah soto yang mengepul panas menebarkan aroma kapulaga dan kayu manis yang semerbak. Wuiih wangi benar! Kuahnya bening kecokelatan dengan suun dan cincangan daun bawang plus suwiran daging ayam sebagai isiannya. Yang menarik justru potongan telur rebusnya yang oranye menyala dan putih telur yang agak transparan.
Hirupan pertama terasa tonjokan bumbu rempah yang kompak dan gurih wangi. Pastinya bumbunya tidak pelit. Telur rebuspun terasa kenyal-kenyal gurih karena memakai telur bebek rebus. Setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit, wah... rasanya makin gurih pedas segar!
Ketupat Kandangan yang diberi nama sesuai dengan daerah asalnya Kandangan ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, justru dua elemen utama racikan ketupat ini yang unik. Pertama ketupat khas Kandangan yang besar dan gendut. Tak seperti ketupat umumnya yang padat lembut, ketupat Kandangan justru agak pera, butiran nasinya masih bisa terlacak dan mudah dimemarkan.
Yang kedua adalah si ikan haruan alias ikan gabus yang diasap atau dipanggang memiliki tekstur kenyal kokoh dan gurih rasanya. Tentu saja dengan aroma wangi asap yang sedap. Kuahnya berupa kuah santan dengan aroma bawang, merica, ketumbar dan serai yang wangi.
Rasa kuahnya gurih-gurih enak. Untuk menyantap ketupat ini, ketupat dimemarkan dengan sendok hingga buyar dan menyatu dengan kuah santan plus ikan haruan yang wangi. Setelah itu butiran nasi yang terendam kuah menjadi makin enak. Apalagi jika diaduk dengan sedikit sambal yang kemerahan. Hmm... racikan ketupat Kandangan ini benar-benar mengobati kangen saya.
Nasi kuning Banjar juga disajikan dengan sederhana. Lauknya bisa dipilih ayam, daging, ikan haruan atau telur bebek. Tampilannya memang seperti nasi kuning umumnya dan ayam masak habang yang jadi lauknya memang diselimuti sambal yang kental merah agak kehitaman.
Saat dikunyah barulah terasa kalau nasi kuning ini agak pera tetapi lebih gurih dari nasi kuning yang biasa. Hmm.. pastinya karena memakai santan yang kental. Bumbu habangnya tidak terasa pedas tetapi justru manis dengan aksen asam yang enak. Pas dipadu dengan gurih wanginya nasi kuning.
Di rumah makan ini juga tersedia beragam kain tradisional Kalimantan seperti sasirangan dan lampit (tikar dari anyaman kulit rotan). Juga bisa dipesan beragam jenis penganan khas Banjar seperti amparan tatak, bika banjar, dan madu hutan Kalimantan.
Sepertinya saya bakal sering mampir ke warung ini. Selain cita rasanya masih kental Banjar, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Seporsi Soto Banjar dihargai Rp 14.000,00, Nasi Kuning Ayam Rp 14.000,00 dan Ketupat Kandangan Rp 17.000,00. Tak berlebihan untuk sebuah kenikmati daerah yang unik!
Sumber : Dev / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Sate
Hanamasa
Berulang kali melintasi Jl. Pajajaran Bogor warung soto Banjar ini selalu menggoda selera. Hampir tak pernah sepi pengunjung dan kenangan akan rasa gurih yang enak membuat saya selalu ingin mampir lagi. Seperti siang itu saat gerimis mulai turun, semangkok soto Banjar yang hangat mengepulpun jadi target utama saya.
Ternyata setelah memesan soto Banjar saya masih tergoda dengan tampilan ketupat Kandangan yang unik. Ketupat ini memakai ikan haruan bakar dengan siraman kuah gurih yang enak. Hmm.. .jadilah ketupat Kandangan plus nasi kuning Banjar pun saya pesan untuk menumpas kangen masakan Kalimantan Selatan!
Kuah soto yang mengepul panas menebarkan aroma kapulaga dan kayu manis yang semerbak. Wuiih wangi benar! Kuahnya bening kecokelatan dengan suun dan cincangan daun bawang plus suwiran daging ayam sebagai isiannya. Yang menarik justru potongan telur rebusnya yang oranye menyala dan putih telur yang agak transparan.
Hirupan pertama terasa tonjokan bumbu rempah yang kompak dan gurih wangi. Pastinya bumbunya tidak pelit. Telur rebuspun terasa kenyal-kenyal gurih karena memakai telur bebek rebus. Setelah dikucuri sedikit air jeruk nipis dan diaduk dengan sambal rawit, wah... rasanya makin gurih pedas segar!
Ketupat Kandangan yang diberi nama sesuai dengan daerah asalnya Kandangan ini sebenarnya sangat sederhana. Namun, justru dua elemen utama racikan ketupat ini yang unik. Pertama ketupat khas Kandangan yang besar dan gendut. Tak seperti ketupat umumnya yang padat lembut, ketupat Kandangan justru agak pera, butiran nasinya masih bisa terlacak dan mudah dimemarkan.
Yang kedua adalah si ikan haruan alias ikan gabus yang diasap atau dipanggang memiliki tekstur kenyal kokoh dan gurih rasanya. Tentu saja dengan aroma wangi asap yang sedap. Kuahnya berupa kuah santan dengan aroma bawang, merica, ketumbar dan serai yang wangi.
Rasa kuahnya gurih-gurih enak. Untuk menyantap ketupat ini, ketupat dimemarkan dengan sendok hingga buyar dan menyatu dengan kuah santan plus ikan haruan yang wangi. Setelah itu butiran nasi yang terendam kuah menjadi makin enak. Apalagi jika diaduk dengan sedikit sambal yang kemerahan. Hmm... racikan ketupat Kandangan ini benar-benar mengobati kangen saya.
Nasi kuning Banjar juga disajikan dengan sederhana. Lauknya bisa dipilih ayam, daging, ikan haruan atau telur bebek. Tampilannya memang seperti nasi kuning umumnya dan ayam masak habang yang jadi lauknya memang diselimuti sambal yang kental merah agak kehitaman.
Saat dikunyah barulah terasa kalau nasi kuning ini agak pera tetapi lebih gurih dari nasi kuning yang biasa. Hmm.. pastinya karena memakai santan yang kental. Bumbu habangnya tidak terasa pedas tetapi justru manis dengan aksen asam yang enak. Pas dipadu dengan gurih wanginya nasi kuning.
Di rumah makan ini juga tersedia beragam kain tradisional Kalimantan seperti sasirangan dan lampit (tikar dari anyaman kulit rotan). Juga bisa dipesan beragam jenis penganan khas Banjar seperti amparan tatak, bika banjar, dan madu hutan Kalimantan.
Sepertinya saya bakal sering mampir ke warung ini. Selain cita rasanya masih kental Banjar, harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Seporsi Soto Banjar dihargai Rp 14.000,00, Nasi Kuning Ayam Rp 14.000,00 dan Ketupat Kandangan Rp 17.000,00. Tak berlebihan untuk sebuah kenikmati daerah yang unik!
Sumber : Dev / Odilia Winneke - detikFood
Lihat juga:
Sate
Hanamasa
Senin, 15 November 2010
Warung Soto Daging Serengan
Banyak orang jualan Soto dengan cita rasa yang berbeda-beda. Nah, Soto daging Serengan ini memiliki rasa yang khas. Cara memasaknya di kuali dengan kayu bakar. Hebatnya, hanya dalam waktu singkat langsung ludes.
Suatu malam di Jln. Veteran, Serengan, Solo (Jateng), tampak sebuah warung Soto disesaki pembeli. Sepuluh kursi panjang dan delapan kursi plastik sudah penuh terisi orang yang makan dengan nikmat. Kendati demikian, masih banyak pelanggan rela menunggu sampai pembeli selesai makan. Padahal warung yang terletak sekitar 3 km dari Kraton Solo itu sederhana saja. Sebagian pembeli makan beratapkan tenda plastik dan yang lain cukup beratap langit.
Tampaknya pembeli Soto daging di bawah pohon besar itu berasal dari berbagai kalangan. Hal ini terlihat dari kendaraan yang diparkir. Mulai dari sepeda onthel sampai mobil mewah. Para pembeli tak kehilangan selera makan meski debu jalanan kadang terbang ketika ada kendaraan lewat. Apa, sih, keistimewaan cita rasa Soto itu? "Soto di sini segar. Enak dimakan selagi masih panas. Bisa menyembuhkan masuk angin, lho" ujar Sugeng Santoso, pelanggan yang sedang makan.
Bisa jadi ungkapan Sugeng ingin menegaskan lezatnya Soto yang disantapnya. Apalagi ditemani lauk yang mengundang selera. Di atas meja tersedia paru goreng, daging goreng, hati ayam, kikil sapi, babat, telur pindang yang berwarna cokelat yang mengkilat. Lebih klop lagi, Soto dimakan dengan krupuk karak. Sementara itu, sang pemilik warung Keman Kasno Mulyono (57) dan tiga putrinya, sibuk menghidangkan mangkuk-mangkuk Soto yang dipesan pembeli. Kadang mereka memotong lauk yang dipesan pembeli.
KLIK - Detail "Saya sudah 30 tahun lebih jualan Soto. Sebelumnya saya gonta-ganti pekerjaan. Pernah jual es keliling, kemudian jadi pedagang asongan yang menjajakan koran dan majalah. Karena waktu itu gambarnya porno, saya sering dikejar-kejar polisi," kenang Keman.
Merasa tak aman, Keman pun berganti pekerjaan menjadi kondektur bus jurusan Solo-Semarang. Ketika menjadi kondektur bus, Keman berkenalan dengan Ngatmi yang jualan dawet di terminal Solo. Setelah kenal selama empat tahun mereka menikah. "Kalau orang dulu, kan, tidak pakai macam-macam. Mau menikah ya langsung saja," ujar Keman mengenang cerita perkawinannya. (nostalgia.tabloidnova.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Steak
Suatu malam di Jln. Veteran, Serengan, Solo (Jateng), tampak sebuah warung Soto disesaki pembeli. Sepuluh kursi panjang dan delapan kursi plastik sudah penuh terisi orang yang makan dengan nikmat. Kendati demikian, masih banyak pelanggan rela menunggu sampai pembeli selesai makan. Padahal warung yang terletak sekitar 3 km dari Kraton Solo itu sederhana saja. Sebagian pembeli makan beratapkan tenda plastik dan yang lain cukup beratap langit.
Tampaknya pembeli Soto daging di bawah pohon besar itu berasal dari berbagai kalangan. Hal ini terlihat dari kendaraan yang diparkir. Mulai dari sepeda onthel sampai mobil mewah. Para pembeli tak kehilangan selera makan meski debu jalanan kadang terbang ketika ada kendaraan lewat. Apa, sih, keistimewaan cita rasa Soto itu? "Soto di sini segar. Enak dimakan selagi masih panas. Bisa menyembuhkan masuk angin, lho" ujar Sugeng Santoso, pelanggan yang sedang makan.
Bisa jadi ungkapan Sugeng ingin menegaskan lezatnya Soto yang disantapnya. Apalagi ditemani lauk yang mengundang selera. Di atas meja tersedia paru goreng, daging goreng, hati ayam, kikil sapi, babat, telur pindang yang berwarna cokelat yang mengkilat. Lebih klop lagi, Soto dimakan dengan krupuk karak. Sementara itu, sang pemilik warung Keman Kasno Mulyono (57) dan tiga putrinya, sibuk menghidangkan mangkuk-mangkuk Soto yang dipesan pembeli. Kadang mereka memotong lauk yang dipesan pembeli.
KLIK - Detail "Saya sudah 30 tahun lebih jualan Soto. Sebelumnya saya gonta-ganti pekerjaan. Pernah jual es keliling, kemudian jadi pedagang asongan yang menjajakan koran dan majalah. Karena waktu itu gambarnya porno, saya sering dikejar-kejar polisi," kenang Keman.
Merasa tak aman, Keman pun berganti pekerjaan menjadi kondektur bus jurusan Solo-Semarang. Ketika menjadi kondektur bus, Keman berkenalan dengan Ngatmi yang jualan dawet di terminal Solo. Setelah kenal selama empat tahun mereka menikah. "Kalau orang dulu, kan, tidak pakai macam-macam. Mau menikah ya langsung saja," ujar Keman mengenang cerita perkawinannya. (nostalgia.tabloidnova.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Steak
Minggu, 14 November 2010
Ice cream Penyebab Obesitas?
Akibat komposisinya yang sarat akan energi, protein, dan lemak, terutama lemak jenuh, Ice cream kerap dituding sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
Padahal, kontribusi energi Ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sakitar 10 persen dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15 persen dari total kebutuhan lemak perhari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika Ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
Kegemukan lebih tepat disebabkan oleh kebiasaan makan yang kurang baik terutama energi dan lemak yang berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Obesitas lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Risiko anak mengalami obesitas bila salah satu orangtuanya obesitas adalah 30 persen. Risiko tersebut meningkat ménjadi 70 persen apabila kedua orangtuanya obesitas.
Anggapan yang salah tentang Ice cream juga terjadi pada ibu hamil. Masyarakat berpandangan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi es, termasuk Ice cream. Hal yang dikhawatirkan adalah lahirnya bayi dengan bobot tubuh yang terlalu besar (oversize baby). Ice cream adalah makanan yang dikonsumsi sebagai kudapan. Oleh karena itu, tidak akan menambah energi terlalu banyak jika dikonsumsi secara wajar. Jumlah konsumsi Ice cream yang wajar adalah dua hingga tiga cangkir per minggu.
Penyebab Batuk Pilek
Banyak anggota masyarakat menyangka Ice cream sebagai penyebab batuk pilek. Hal ini sama sekali tidak benar. Sebab, ketika masuk ke mulut, Ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan Ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat Ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.
Hal yang berbeda terjadi apabila seseorang mengonsumsi es jeruk. Air yang dingin tidak lantas naik suhunya saat masuk ke mulut. Kenaikan suhu air lebih lambat terjadi sehingga , sehingga saat air es masuk ke kerongkongan, suhunya masih sangat rendah. Hal inilah yang justru menyebabkan batuk atau pilek. Di negara-negara empat musim, Ice cream justru dikonsumsi saat musim dingin. Hal ini dilakukan karena energi Ice cream yang tinggi dipercaya dapat membantu mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat.
Ice cream juga digunakan sebagai obat pilek. Hal ini dilakukan karena seseorang yang menderita pilek diharuskan mengonsumsi cairan dalam jumlah besar agar tidak mengalami dehidrasi. Ice cream yang juga mengandung air dapat digunakan sebagai penyedia cairan tubuh, terlebih rasa dan teksturnya sangat disukai oleh penderita, sehingga konsumsinya akan sangat membantu penyembuhan.
Meskipun demikian, Ice cream sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau asma. Ketiga penyakit tersebut dapat kambuh apabila terinduksi oleh suhu dingin. (eurekaindonesia)
Lihat juga :
Wine
Soto
Padahal, kontribusi energi Ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sakitar 10 persen dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15 persen dari total kebutuhan lemak perhari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika Ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
Kegemukan lebih tepat disebabkan oleh kebiasaan makan yang kurang baik terutama energi dan lemak yang berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Obesitas lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Risiko anak mengalami obesitas bila salah satu orangtuanya obesitas adalah 30 persen. Risiko tersebut meningkat ménjadi 70 persen apabila kedua orangtuanya obesitas.
Anggapan yang salah tentang Ice cream juga terjadi pada ibu hamil. Masyarakat berpandangan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi es, termasuk Ice cream. Hal yang dikhawatirkan adalah lahirnya bayi dengan bobot tubuh yang terlalu besar (oversize baby). Ice cream adalah makanan yang dikonsumsi sebagai kudapan. Oleh karena itu, tidak akan menambah energi terlalu banyak jika dikonsumsi secara wajar. Jumlah konsumsi Ice cream yang wajar adalah dua hingga tiga cangkir per minggu.
Penyebab Batuk Pilek
Banyak anggota masyarakat menyangka Ice cream sebagai penyebab batuk pilek. Hal ini sama sekali tidak benar. Sebab, ketika masuk ke mulut, Ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan Ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat Ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.
Hal yang berbeda terjadi apabila seseorang mengonsumsi es jeruk. Air yang dingin tidak lantas naik suhunya saat masuk ke mulut. Kenaikan suhu air lebih lambat terjadi sehingga , sehingga saat air es masuk ke kerongkongan, suhunya masih sangat rendah. Hal inilah yang justru menyebabkan batuk atau pilek. Di negara-negara empat musim, Ice cream justru dikonsumsi saat musim dingin. Hal ini dilakukan karena energi Ice cream yang tinggi dipercaya dapat membantu mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat.
Ice cream juga digunakan sebagai obat pilek. Hal ini dilakukan karena seseorang yang menderita pilek diharuskan mengonsumsi cairan dalam jumlah besar agar tidak mengalami dehidrasi. Ice cream yang juga mengandung air dapat digunakan sebagai penyedia cairan tubuh, terlebih rasa dan teksturnya sangat disukai oleh penderita, sehingga konsumsinya akan sangat membantu penyembuhan.
Meskipun demikian, Ice cream sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau asma. Ketiga penyakit tersebut dapat kambuh apabila terinduksi oleh suhu dingin. (eurekaindonesia)
Lihat juga :
Wine
Soto
Kamis, 11 November 2010
Soto Ojolali Bandung
Pernah menikmati Soto Bandung? Jangan katakan tidak pernah. Makanan berkuah campuran daging sapi yang dipotong-potong kecil, irisan lobak, taburan kacang kedelai goreng, dengan kuah bening plus taburan kemangi menjadi salah satu makanan khas Bandung yang menggugah selera.
Kuah bening, itulah salah satu khas yang dimiliki soto Bandung. Ketika soto lain menggunakan santan untuk kuah sotonya, tidak begitu dengan soto Bandung. Pemakaian lobak sebagai salah satu bahan campuran juga tidak akan ditemukan dalam menu soto daerah lainnya.
Jika membaca salah satu bagian dalam buku karya Haryoto Kunto, Wajah Bandung Tempoe Doeloe mengenai kuliner Bandung, makanan yang satu ini adalah bagiannya. Menelusuri jalanan Jl Cibadak, yang berada di sebelah timur alun-alun Kota Bandung, Soto Ojolali berdiri pada tahun 1940-an sebagai salah satu pelestari makanan khas Bandung, soto Bandung. Meski namanya mengambil bahasa Jawa, ojolali (jangan lupa), tak berarti kehilangan rasa "Bandungnya'.
Soto Karta Endi, begitulah nama awalnya. Menurut pengelola Soto Ojolali generasi keempat, Agus Wardana, nama Karta Endi diambil dari nama generasi pertama Soto Ojolali yaitu Karta dan Endi. Entah sejak kapan, atau bagaimana sejarahnya maka nama Soto Ojolali yang melekat. "Ada yang mengatakan bahwa nama itu berasal dari para pelanggan," jelas Agus.
Dijajakan secara berkeliling sekitar Pasirkaliki, Stasiun, Pasar Baru, sampai di Cibadak. Masih di tahun 40-an, Soto Ojolali tak lagi dijajakan dengan berkeliling, tetapi di sebuah tenda kecil yang di tahun-tahun berikutnya berubah menjadi sebuah bangunan rumah makan. Di bangunan rumah makan ini bisa dilihat potret dua orang yang mengawali usaha Soto Ojolali yaitu Karta dan Endi.
Kini, Soto Ojolali sudah tersebar di tujuh lokasi di Kota Bandung. Dengan pusat masih di Jl Cibadak No 79, para penggemar soto Bandung bisa menemukan Soto Ojolali di Bandung Trade Center, Jl Dr Djunjunan, Jl raya Rancaekek, Kopo Square, Metro Trade Center, Yogya Kepatihan dan Yogya BIP.
Satu porsi Soto Ojolali bisa didapatkan dengan harga Rp 16 ribu. Jika ingin setengah porsi hanya bisa didapatkan di pusat Soto Ojolali yaitu Jl Cibadak dengan harga Rp 11.500. Di Jl Cibadak, Soto Ojolali sudah mulai buka dari pkl 06.00 WIB. Tempat inilah yang paling ramai dikunjungi penggemar Soto Ojolali sepanjang harinya.
Berbicara mengenai soto Bandung, tak hanya kenikmatan rasa, dari sisi kesehatan pun komposisi soto Bandung memiliki banyak kandungan gizi. Lobak misalnya, tanaman yang berasal dari negeri tirai bambu ini mengandung banyak zat bermanfaat misalnya flavonoid dan polifenol yang dikenal sebagai antioksidan. Juga mengandung vitamin A, B1, B2, niasin, kalsium, fosfor, zat besi dan asam oksalat dan lain-lain. Manfaatnya, untuk perut kembung, disentri, sembelit, batuk, mengatasi influenza, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, TBC paru-paru dan asma, lobak bisa mencegah kanker, batu ginjal haluskan kulit dan lain-lain.
Begitu juga dengan kedelai, jenis kacang-kacangan yang satu ini tak asing lagi. Kedelai yang kaya akan protein menurut penelitian ilmiah bisa mencegah timbulnya kanker payudara jika dikonsumsi sedari dini.
Mungkin tak hanya soto Bandung yang memiliki campuran lobak dan kedelai, tapi Soto Ojolali sepertinya tetap layak untuk dikatakan sebagai sajian kuliner Bandung yang tak terlupakan. Ojolali yo..!(ema/ern - detikbandung)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Kuah bening, itulah salah satu khas yang dimiliki soto Bandung. Ketika soto lain menggunakan santan untuk kuah sotonya, tidak begitu dengan soto Bandung. Pemakaian lobak sebagai salah satu bahan campuran juga tidak akan ditemukan dalam menu soto daerah lainnya.
Jika membaca salah satu bagian dalam buku karya Haryoto Kunto, Wajah Bandung Tempoe Doeloe mengenai kuliner Bandung, makanan yang satu ini adalah bagiannya. Menelusuri jalanan Jl Cibadak, yang berada di sebelah timur alun-alun Kota Bandung, Soto Ojolali berdiri pada tahun 1940-an sebagai salah satu pelestari makanan khas Bandung, soto Bandung. Meski namanya mengambil bahasa Jawa, ojolali (jangan lupa), tak berarti kehilangan rasa "Bandungnya'.
Soto Karta Endi, begitulah nama awalnya. Menurut pengelola Soto Ojolali generasi keempat, Agus Wardana, nama Karta Endi diambil dari nama generasi pertama Soto Ojolali yaitu Karta dan Endi. Entah sejak kapan, atau bagaimana sejarahnya maka nama Soto Ojolali yang melekat. "Ada yang mengatakan bahwa nama itu berasal dari para pelanggan," jelas Agus.
Dijajakan secara berkeliling sekitar Pasirkaliki, Stasiun, Pasar Baru, sampai di Cibadak. Masih di tahun 40-an, Soto Ojolali tak lagi dijajakan dengan berkeliling, tetapi di sebuah tenda kecil yang di tahun-tahun berikutnya berubah menjadi sebuah bangunan rumah makan. Di bangunan rumah makan ini bisa dilihat potret dua orang yang mengawali usaha Soto Ojolali yaitu Karta dan Endi.
Kini, Soto Ojolali sudah tersebar di tujuh lokasi di Kota Bandung. Dengan pusat masih di Jl Cibadak No 79, para penggemar soto Bandung bisa menemukan Soto Ojolali di Bandung Trade Center, Jl Dr Djunjunan, Jl raya Rancaekek, Kopo Square, Metro Trade Center, Yogya Kepatihan dan Yogya BIP.
Satu porsi Soto Ojolali bisa didapatkan dengan harga Rp 16 ribu. Jika ingin setengah porsi hanya bisa didapatkan di pusat Soto Ojolali yaitu Jl Cibadak dengan harga Rp 11.500. Di Jl Cibadak, Soto Ojolali sudah mulai buka dari pkl 06.00 WIB. Tempat inilah yang paling ramai dikunjungi penggemar Soto Ojolali sepanjang harinya.
Berbicara mengenai soto Bandung, tak hanya kenikmatan rasa, dari sisi kesehatan pun komposisi soto Bandung memiliki banyak kandungan gizi. Lobak misalnya, tanaman yang berasal dari negeri tirai bambu ini mengandung banyak zat bermanfaat misalnya flavonoid dan polifenol yang dikenal sebagai antioksidan. Juga mengandung vitamin A, B1, B2, niasin, kalsium, fosfor, zat besi dan asam oksalat dan lain-lain. Manfaatnya, untuk perut kembung, disentri, sembelit, batuk, mengatasi influenza, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, TBC paru-paru dan asma, lobak bisa mencegah kanker, batu ginjal haluskan kulit dan lain-lain.
Begitu juga dengan kedelai, jenis kacang-kacangan yang satu ini tak asing lagi. Kedelai yang kaya akan protein menurut penelitian ilmiah bisa mencegah timbulnya kanker payudara jika dikonsumsi sedari dini.
Mungkin tak hanya soto Bandung yang memiliki campuran lobak dan kedelai, tapi Soto Ojolali sepertinya tetap layak untuk dikatakan sebagai sajian kuliner Bandung yang tak terlupakan. Ojolali yo..!(ema/ern - detikbandung)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Rabu, 10 November 2010
Soto Banjar in Makassar
A plate Soto Banjar with a sense of privilege, which would destabilize the tongue, you can enjoy the food stalls in Jalan Pos Soto Banjar WR Supratman, Makassar. What is different with other banjo Soto. Presentation and taste, which certainly influenced the mix of spices-seasonings.
Normally Soto anything, like chicken or Soto Banjar Soto, just added a piece of fruit or a boiled egg. But in Soto Banjar Post, one serving Sotonya there are two eggs. The other one boiled egg, and the other half-cooked fried eggs.
In addition, savory broth taste different because you did not add to the spice cardamom. Though this is a mixture of cardamom spice in the Soto originally from the town of Banjarmasin, South Kalimantan. Cardamom is also a mixture of herbs to make herbal medicine.
Gravy just add garlic, onion, ginger, pepper, lemongrass and nutmeg mashed. Ardiansyah said, the owner of the shop, taste and variety of menu Soto banjo in his stall is indeed adapted to the tongue of Makassar. "I think if mixed cardamom many people here who do not like. Then we also received input Soto is more delicious when added to soft-boiled eggs, "he said.
Not only that, the chicken is mixed into the Soto also suit the tastes of the citizens anging Mammiri, namely a sense of chicken meat is more dense. Also eggs chicken eggs. In addition to variation before, others have a mixture of fried potatoes cut round shape rather large so it feels lebuh contain. Then there is the rice cake and glass noodles. Soto did not forget sprinkled with fried onions and parsley.
Taste a savory sauce more stable with the addition of a little salt, soy sauce, stir-fry sauce, and a piece of lemon. Pas for lunch menu.
Warung Soto Banjar Eat This post is already very popular in this city. "Where-where if people nyari Soto Banjar definitely here," said Ardiansyah.
No wonder, on Tuesday (21 / 9) afternoon, the shop that fit about 40 people it looks full. In fact, one mother ordered seven servings Soto banjo. Another visitor, Syamsul Marlin, who had tasted the flavor Soto banjo here feel very satisfied with the taste. "It was delicious. It was unique. Because there are soft-boiled eggs in it, "he said.
Warung Soto Banjar Post has been there since 1969. This is a hereditary business of Ardiansyah grandfather named Syahran Bai, who then come to Makassar to wander. Initially, Soto Banjar made with the original flavor. But he eventually adjust to the taste of citizens of Makassar. This shop has become subscription each circle. In fact, Ardiansyah said various officials also often eat at his place, like Mr. Governor, Mayor, and Chief State Attorney of Makassar.
Unique flavor is very strong with a very delicious fried eggs eaten at one with the gravy. Ardiansyah said, many customers who order a special portion, namely with the addition of fried eggs two to four pieces, including the officials of this. "It seems they feel refreshed after having portions with plenty of soft-boiled eggs. Because that's nutritious add energy. So right now eaten more tired, "said Ardiansyah.
Menimati Soto Makassar Banjar with a sense of loss is not a price that is presented. Because a portion will actually make you satisfied. For one serving with two eggs, the price is Rp 22 thousand. But if you added the eggs again, plus the price is Rp 2,500 for each fruit eggs. (Sukmawati - Tempo Interactive)
See also:
Sour Sally
Steak
Normally Soto anything, like chicken or Soto Banjar Soto, just added a piece of fruit or a boiled egg. But in Soto Banjar Post, one serving Sotonya there are two eggs. The other one boiled egg, and the other half-cooked fried eggs.
In addition, savory broth taste different because you did not add to the spice cardamom. Though this is a mixture of cardamom spice in the Soto originally from the town of Banjarmasin, South Kalimantan. Cardamom is also a mixture of herbs to make herbal medicine.
Gravy just add garlic, onion, ginger, pepper, lemongrass and nutmeg mashed. Ardiansyah said, the owner of the shop, taste and variety of menu Soto banjo in his stall is indeed adapted to the tongue of Makassar. "I think if mixed cardamom many people here who do not like. Then we also received input Soto is more delicious when added to soft-boiled eggs, "he said.
Not only that, the chicken is mixed into the Soto also suit the tastes of the citizens anging Mammiri, namely a sense of chicken meat is more dense. Also eggs chicken eggs. In addition to variation before, others have a mixture of fried potatoes cut round shape rather large so it feels lebuh contain. Then there is the rice cake and glass noodles. Soto did not forget sprinkled with fried onions and parsley.
Taste a savory sauce more stable with the addition of a little salt, soy sauce, stir-fry sauce, and a piece of lemon. Pas for lunch menu.
Warung Soto Banjar Eat This post is already very popular in this city. "Where-where if people nyari Soto Banjar definitely here," said Ardiansyah.
No wonder, on Tuesday (21 / 9) afternoon, the shop that fit about 40 people it looks full. In fact, one mother ordered seven servings Soto banjo. Another visitor, Syamsul Marlin, who had tasted the flavor Soto banjo here feel very satisfied with the taste. "It was delicious. It was unique. Because there are soft-boiled eggs in it, "he said.
Warung Soto Banjar Post has been there since 1969. This is a hereditary business of Ardiansyah grandfather named Syahran Bai, who then come to Makassar to wander. Initially, Soto Banjar made with the original flavor. But he eventually adjust to the taste of citizens of Makassar. This shop has become subscription each circle. In fact, Ardiansyah said various officials also often eat at his place, like Mr. Governor, Mayor, and Chief State Attorney of Makassar.
Unique flavor is very strong with a very delicious fried eggs eaten at one with the gravy. Ardiansyah said, many customers who order a special portion, namely with the addition of fried eggs two to four pieces, including the officials of this. "It seems they feel refreshed after having portions with plenty of soft-boiled eggs. Because that's nutritious add energy. So right now eaten more tired, "said Ardiansyah.
Menimati Soto Makassar Banjar with a sense of loss is not a price that is presented. Because a portion will actually make you satisfied. For one serving with two eggs, the price is Rp 22 thousand. But if you added the eggs again, plus the price is Rp 2,500 for each fruit eggs. (Sukmawati - Tempo Interactive)
See also:
Sour Sally
Steak
Delicacy of Soto
Who does not know Soto dish? In every region in Indonesia, there is generally this berkuah food. Call it is Soto Betawi, Soto Lamongan, Sokaraja Soto, Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Banjar Soto Makassar (Coto), Soto Pekalongan (Tauto), Soto Madura, Soto Bandung, Sokaraja Soto, and Soto Padang.
The origins of cuisine berkuah arguably created the first time is still confusing. Anthropological evidence mentioned as a serving berkuah Soto, who is consumed with rice, probably originated from Central Java, around mid-century 18. First it was the Chinese cuisine fused with the traditions of the immigrants, traders, and travelers from different cultures so that they appear cuisine Soto in each region.
According to the book by Dennys Lombard (Nusa Java: Cross-Cultural), mentioned the origin of Chinese food Soto was named Caudo, which was first popular in the area of Semarang. From Caudo gradually became Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, revealing each region has its own philosophy in terms of cuisine berkuah this. Philosophy that could depend on where Soto was first created, and the contents in that Soto. For example Bangkong Soto, Soto does not mean it contains a frog meat. However, the name Soto Bangkong created because it comes from a village in Semarang.
"The Meaning of the name and content in the Soto Soto is not always the same," said Chef Dosniroha to VIVAnews at Seminar on Batik and Cuisine Festival on Campus Atmajaya, Saturday, October 25 last.
Another with Soto Tangkar derived from Betawi. In ancient times, the Betawi people hard to buy meat. As a result dipakailah cow bones to outsmart it. However, Soto Tangkar slowly starting to change according to changes in society. Of meat that is only attached to the bones become many modifications made flesh intact, lungs, tripe, beef liver.
Presentation of each Soto also has a different way. Soto served with various toppings, such as chicken eggs, chicken meat, beef, buffalo meat. Equipped with glass noodles, bean sprouts, crackers, meatball, melinjo chips. Also incomplete without a sauce and soy sauce.
Soto is usually served with rice, according to Indonesian customs. But there is also served by using a diamond like Coto Makassar, and use noodles for Soto Mie Bogor. (Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
See also:
Wine
The origins of cuisine berkuah arguably created the first time is still confusing. Anthropological evidence mentioned as a serving berkuah Soto, who is consumed with rice, probably originated from Central Java, around mid-century 18. First it was the Chinese cuisine fused with the traditions of the immigrants, traders, and travelers from different cultures so that they appear cuisine Soto in each region.
According to the book by Dennys Lombard (Nusa Java: Cross-Cultural), mentioned the origin of Chinese food Soto was named Caudo, which was first popular in the area of Semarang. From Caudo gradually became Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, revealing each region has its own philosophy in terms of cuisine berkuah this. Philosophy that could depend on where Soto was first created, and the contents in that Soto. For example Bangkong Soto, Soto does not mean it contains a frog meat. However, the name Soto Bangkong created because it comes from a village in Semarang.
"The Meaning of the name and content in the Soto Soto is not always the same," said Chef Dosniroha to VIVAnews at Seminar on Batik and Cuisine Festival on Campus Atmajaya, Saturday, October 25 last.
Another with Soto Tangkar derived from Betawi. In ancient times, the Betawi people hard to buy meat. As a result dipakailah cow bones to outsmart it. However, Soto Tangkar slowly starting to change according to changes in society. Of meat that is only attached to the bones become many modifications made flesh intact, lungs, tripe, beef liver.
Presentation of each Soto also has a different way. Soto served with various toppings, such as chicken eggs, chicken meat, beef, buffalo meat. Equipped with glass noodles, bean sprouts, crackers, meatball, melinjo chips. Also incomplete without a sauce and soy sauce.
Soto is usually served with rice, according to Indonesian customs. But there is also served by using a diamond like Coto Makassar, and use noodles for Soto Mie Bogor. (Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
See also:
Wine
Selasa, 09 November 2010
Soto Jamur
Soto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis Soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri Soto Madura,Soto Betawi, Soto Padang, Soto Bandung, Soto Sokaraja, Soto Banjar, Soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya Soto ayam, Soto babat, Soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.
Gurih, segar, dan menyehatkan, itulah yang bisa diungkapkan saat menyantap menu Soto jamur nasi merah. Pasalnya, bahan-bahan Soto ini berbeda dengan bahan pada umunya. Tak heran soto ini menjadi andalan di warung makan di Umoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah. Ide pembuatan Soto jamur nasi merah ini berawal dari coba-coba, pasalnya selama ini Soto hanya terbuat dari bahan yang monoton.
Proses pembutan Soto jamur nasi merah sanggatlah sederhana. Mula-mula jamur tiram yang segar dibersihkan kemudian direbus beberapa menit lalu diangkat. Selanjutnya jamur disuwir serta dicampur dengan nasi merah, bihun irisan wortel, kecambah, garam, penyedap rasa, daun sledri, bawang goreng, dan disiram kuah kaldu ayam. Soto jamur nasi merah pun siap dihidangkan.
Untuk satu porsi Soto jamur nasi merah ini kita cukup membayar Rp 4.000. Dalam sehari warung soto jamur tiram ini mampu menjual 40 hingga 55 porsi. Uniknya lagi, Soto disajikan dengan mangkuk dari tanah liat, sehingga membuat ketagihan akan kelezatannya. Jika anda sedang melintas di Magelang, jangan lupa mampir ke warung Soto jamur nasi merah.(ADO - Yon Daryono - Liputan 6)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Gurih, segar, dan menyehatkan, itulah yang bisa diungkapkan saat menyantap menu Soto jamur nasi merah. Pasalnya, bahan-bahan Soto ini berbeda dengan bahan pada umunya. Tak heran soto ini menjadi andalan di warung makan di Umoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah. Ide pembuatan Soto jamur nasi merah ini berawal dari coba-coba, pasalnya selama ini Soto hanya terbuat dari bahan yang monoton.
Proses pembutan Soto jamur nasi merah sanggatlah sederhana. Mula-mula jamur tiram yang segar dibersihkan kemudian direbus beberapa menit lalu diangkat. Selanjutnya jamur disuwir serta dicampur dengan nasi merah, bihun irisan wortel, kecambah, garam, penyedap rasa, daun sledri, bawang goreng, dan disiram kuah kaldu ayam. Soto jamur nasi merah pun siap dihidangkan.
Untuk satu porsi Soto jamur nasi merah ini kita cukup membayar Rp 4.000. Dalam sehari warung soto jamur tiram ini mampu menjual 40 hingga 55 porsi. Uniknya lagi, Soto disajikan dengan mangkuk dari tanah liat, sehingga membuat ketagihan akan kelezatannya. Jika anda sedang melintas di Magelang, jangan lupa mampir ke warung Soto jamur nasi merah.(ADO - Yon Daryono - Liputan 6)
Lihat juga :
Steak
Sushi
Senin, 08 November 2010
Cara Membuat Sate Balur Kelapa
Kenikmatan menyantap Sate akan semakin bertambah dengan lumuran bumbu kacang yang gurih dan tidak terlalu pedas. Asih mengatakan bumbu sate memang sengaja diracik tidak pedas atas permintaan banyak konsumen. “Cabai kami sertakan di pinggir bumbu, tetapi apabila ada pelanggan yang suka dengan rasa pedas, kami buatkan yang pedas pol dengan tambahan 25 cabai, bahkan lebih,” katanya.
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Satenya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (SB/L-2 - koran jakarta)
Lihat juga :
Dim Sum
Soto
Rabu, 03 November 2010
Nostalgic Atmosphere in Zangrandi
When in Jakarta, you can try Ice cream Ragusa, so when you're in Surabaya, which is almost the same atmosphere you'll meet at the Ice cream Zangrandi. Both Ragusa and Zangrandi Ice Cream Ice cream is a restaurant founded by the Italians. Zangrandi Zangrandi founded by Renato from Italy in 1930. Ice cream is popular in the city of Heroes since the Dutch colonial era and became a favorite among many since that time.
The building of this place is still a building with Dutch architecture and became one of cultural heritage in Surabaya. Therefore, the shape of the building is still maintained as when first built. Zangrandi indeed historically valuable buildings because these buildings have existed since the Dutch colonialism in Indonesia. Doors and windows and furnishings that are used such as peach-colored wicker chairs and desk make the atmosphere of the past more so.
To enjoy ice cream, you can try to sit in the room with a capacity that is not too much. However, the page structure has a considerable capacity for visitors. Enjoying ice cream at the top of the page, you will feel the gusts of wind that move freely and look at passing vehicles. You can see passing vehicles because Zhangrandi located in the main street. Negative effects, dust, fumes and sunlight can interfere with comfort. When evening comes, you look at the city lights while menikmat ice cream, creating a romantic atmosphere.
Because of its popularity, ice cream Zangrandi also has several branches in Singapore, namely at the Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Plaza Surabaya, Atum Mall, Market Atom, and Bonnet Supermarket. This allows you who want to try this ice cream. You can choose the nearest place even though the atmosphere will be more impressive if you enjoy at home.
Feeling nostalgic atmosphere of the past or in the town hero trying Zangrandi old ice cream delights can be an enjoyable experience while in the city of Surabaya. (Kumpulan.info)
See also:
Steak
Soto
The building of this place is still a building with Dutch architecture and became one of cultural heritage in Surabaya. Therefore, the shape of the building is still maintained as when first built. Zangrandi indeed historically valuable buildings because these buildings have existed since the Dutch colonialism in Indonesia. Doors and windows and furnishings that are used such as peach-colored wicker chairs and desk make the atmosphere of the past more so.
To enjoy ice cream, you can try to sit in the room with a capacity that is not too much. However, the page structure has a considerable capacity for visitors. Enjoying ice cream at the top of the page, you will feel the gusts of wind that move freely and look at passing vehicles. You can see passing vehicles because Zhangrandi located in the main street. Negative effects, dust, fumes and sunlight can interfere with comfort. When evening comes, you look at the city lights while menikmat ice cream, creating a romantic atmosphere.
Because of its popularity, ice cream Zangrandi also has several branches in Singapore, namely at the Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Plaza Surabaya, Atum Mall, Market Atom, and Bonnet Supermarket. This allows you who want to try this ice cream. You can choose the nearest place even though the atmosphere will be more impressive if you enjoy at home.
Feeling nostalgic atmosphere of the past or in the town hero trying Zangrandi old ice cream delights can be an enjoyable experience while in the city of Surabaya. (Kumpulan.info)
See also:
Steak
Soto
Sate Khas Banten
Sate khas Banten ini kondang karena empuk dagingnya. Dipotong ukuran kecil, sate kambingnya empuk dengan balutan bumbu kacang yang renyah halus. Dicocol dengan kecap manis, rasanya jadi makin enak. Apalagi dikunyah saat hangat mengepul. Nyam..nyam!
Berjalan-jalan di kota Cilegon, selalu saja menarik buat saya. Kota kecil ini selalu saja menyajikan kuliner yang sayang jika dilewatkan. Di Cilegon ada sate bebek yang tersohor, tapi kali ini saya sedang tidak ingin makan sate bebek. Salah seorang teman saya mengajak saya menyambangi kedai sate Asmawi sebelum kembali ke Jakarta.
Meskipun masih pagi, pengunjung yang datang sudah hampir memenuhi rumah makan ini. Saya memilih duduk dibagian luar karena di dalam sedikit sumpek. Puluhan tusuk sate kambing dan sate ayam tengah dibakar, menebarkan aroma harum yang dahsyat
menggelitik hidung. Yummy!
Saya memesan satu porsi sate kambing dan satu porsi sate ayam. Sebenarnya menu lainnya banyak, seperti sate sapi, sop kambing, sop ayam, dan juga sop bebek tapi sayangnya sate bebek yang ingin sekali saya cicipi sedang kosong. Jadi saya harus berlega hati dengan sate kambing dan sate ayam saja.
Satu porsi sate kambing dan ayam ini berisi sepuluh tusuk. Uniknya, kedua sate ini disajikan dengan sambal kacang yang digerus halus. Tidak seperti di Jakarta, saya selalu ditawari mau sambal kacang atau sambal kecap sebagai bumbu, di sini semua disajikan dengan sambal kacang. Bahkan sate kambing sekalipun.
Meskipun begitu, ada sepiring kecil sambal kecap lengkap dengan potongan tomat, cabai dan bawang sebagai pelengkap. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, justru cenderung kecil dan agak tipis untuk sate ayamnya. Sedangkan sate kambing nya berukuran sedang tiap potongnya, berseling dengan potongan lemak yang bikin rasanya gurih-gurih enak.
Dagingnya empuk, dengan cocolan sambal kacang yang gurih. Ini juga yang menjadi salah satu keunikan sate Cilegon, bumbu kacangnya rasanya gurih dengan terlihat sedikit jejak berminyak di permukaan. Saya yang terbiasa dengan bumbu sate yang
sedikit manis harus menambahkan kecap pada bumbunya.
Kecap yang digunakan adalah kecap cap korma, rasanya tidak terlalu manis dan sedikit encer. Sehingga tidak merusak citarasa sate aslinya. Justru malah makin enak, manis dan gurih yang lamat-lamat. Harga seporsi sate kambing dan sate ayam ini juga tidak mahal,
cukup Rp 18.000,00 saja. O ya, pondok sate Asmawi juga menerima pesanan untuk acara hajatan dan selamatan. (danang - koran baru)
Lihat juga :
Steak
Soto
Berjalan-jalan di kota Cilegon, selalu saja menarik buat saya. Kota kecil ini selalu saja menyajikan kuliner yang sayang jika dilewatkan. Di Cilegon ada sate bebek yang tersohor, tapi kali ini saya sedang tidak ingin makan sate bebek. Salah seorang teman saya mengajak saya menyambangi kedai sate Asmawi sebelum kembali ke Jakarta.
Meskipun masih pagi, pengunjung yang datang sudah hampir memenuhi rumah makan ini. Saya memilih duduk dibagian luar karena di dalam sedikit sumpek. Puluhan tusuk sate kambing dan sate ayam tengah dibakar, menebarkan aroma harum yang dahsyat
menggelitik hidung. Yummy!
Saya memesan satu porsi sate kambing dan satu porsi sate ayam. Sebenarnya menu lainnya banyak, seperti sate sapi, sop kambing, sop ayam, dan juga sop bebek tapi sayangnya sate bebek yang ingin sekali saya cicipi sedang kosong. Jadi saya harus berlega hati dengan sate kambing dan sate ayam saja.
Satu porsi sate kambing dan ayam ini berisi sepuluh tusuk. Uniknya, kedua sate ini disajikan dengan sambal kacang yang digerus halus. Tidak seperti di Jakarta, saya selalu ditawari mau sambal kacang atau sambal kecap sebagai bumbu, di sini semua disajikan dengan sambal kacang. Bahkan sate kambing sekalipun.
Meskipun begitu, ada sepiring kecil sambal kecap lengkap dengan potongan tomat, cabai dan bawang sebagai pelengkap. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, justru cenderung kecil dan agak tipis untuk sate ayamnya. Sedangkan sate kambing nya berukuran sedang tiap potongnya, berseling dengan potongan lemak yang bikin rasanya gurih-gurih enak.
Dagingnya empuk, dengan cocolan sambal kacang yang gurih. Ini juga yang menjadi salah satu keunikan sate Cilegon, bumbu kacangnya rasanya gurih dengan terlihat sedikit jejak berminyak di permukaan. Saya yang terbiasa dengan bumbu sate yang
sedikit manis harus menambahkan kecap pada bumbunya.
Kecap yang digunakan adalah kecap cap korma, rasanya tidak terlalu manis dan sedikit encer. Sehingga tidak merusak citarasa sate aslinya. Justru malah makin enak, manis dan gurih yang lamat-lamat. Harga seporsi sate kambing dan sate ayam ini juga tidak mahal,
cukup Rp 18.000,00 saja. O ya, pondok sate Asmawi juga menerima pesanan untuk acara hajatan dan selamatan. (danang - koran baru)
Lihat juga :
Steak
Soto
Dim Sum dari Cina
Dim Sum adalah istilah Kanton yang secara harfiah berarti titik jantung atau jantung order, atau diartikan sebagai makanan ringan.
Jumlah redup Klasik termasuk kue roti dan gulungan beras dalam berbagai bahan seperti daging sapi, ayam, babi, udang atau bahan vegetarian. Mereka dikukus, goreng dan kadang-kadang metode lain. Mereka biasanya kecil dan menjabat sebagai potongan 3 atau 4 dalam satu piring.
Sejarah
Dulu, wisatawan di Jalan Sutra kuno membutuhkan tempat untuk beristirahat. Rumah minum teh berdiri di sepanjang pinggir jalan. petani pedesaan juga pergi untuk makan setelah bekerja seharian itu. Pada awalnya dianggap tidak pantas untuk teh yang akan diambil dengan makanan, karena orang percaya hal itu akan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan Orang kemudian discivered bahwa teh dapat membantu pencernaan, sehingga pemilik rumah minum teh diperkenalkan lebih banyak jenis makanan ringan, dan tradisi dim sum berevolusi .
Minum Teh
Minum teh adalah sama pentingnya untuk dim sum sebagai makanan. Populer teh disajikan dengan dim sum termasuk teh krisan, oolong, dan teh hijau. Itu adat untuk menuangkan teh untuk orang lain sewaktu makan dim sum sebelum mengisi cangkir sendiri. Sebuah kebiasaan unik ke Hong Kong adalah untuk berterima kasih kepada orang yang menuangkan teh dengan menekan indeks membungkuk dan jari tengah bersama-sama di atas meja. Hal ini dikatakan menyerupai ritual membungkuk ke seseorang. (Library.thinkquest)
Lihat juga:
Sour Sally
Soto
Jumlah redup Klasik termasuk kue roti dan gulungan beras dalam berbagai bahan seperti daging sapi, ayam, babi, udang atau bahan vegetarian. Mereka dikukus, goreng dan kadang-kadang metode lain. Mereka biasanya kecil dan menjabat sebagai potongan 3 atau 4 dalam satu piring.
Sejarah
Dulu, wisatawan di Jalan Sutra kuno membutuhkan tempat untuk beristirahat. Rumah minum teh berdiri di sepanjang pinggir jalan. petani pedesaan juga pergi untuk makan setelah bekerja seharian itu. Pada awalnya dianggap tidak pantas untuk teh yang akan diambil dengan makanan, karena orang percaya hal itu akan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan Orang kemudian discivered bahwa teh dapat membantu pencernaan, sehingga pemilik rumah minum teh diperkenalkan lebih banyak jenis makanan ringan, dan tradisi dim sum berevolusi .
Minum Teh
Minum teh adalah sama pentingnya untuk dim sum sebagai makanan. Populer teh disajikan dengan dim sum termasuk teh krisan, oolong, dan teh hijau. Itu adat untuk menuangkan teh untuk orang lain sewaktu makan dim sum sebelum mengisi cangkir sendiri. Sebuah kebiasaan unik ke Hong Kong adalah untuk berterima kasih kepada orang yang menuangkan teh dengan menekan indeks membungkuk dan jari tengah bersama-sama di atas meja. Hal ini dikatakan menyerupai ritual membungkuk ke seseorang. (Library.thinkquest)
Lihat juga:
Sour Sally
Soto
Selasa, 02 November 2010
How to make Rice in Japanese Style
Rice is the staple of Japanese food, and making it just right can be rather difficult if you don't know how. If you think you will be preparing rice regularly, an electric rice cooker will make your life so much easier. (See About rice cookers.) You can cook non-Japanese style rice and other grains in a rice cooker too.
Japanese rice, or japonica rice, is a very particular variety. For traditional Japanese dishes you simply cannot substitute long-grain rice, jasmine rice, basmati rice, Carolina type rice, and so on. I sometimes hear people saying things like "But I can make onigiri with jasmine rice just fine, as long as I cook it so it's mushy and the grains stick together". No no no no no. A good onigiri, a good Sushi roll, a good nigiri-zushi, and most of all a good bowl of rice does not have mushy rice.
The one non-japonica variety that does work fairly well is Italian vialone rice, which is a medium-grain rice similar to japonica rice. Arborio, carnaroli and the rice sold as 'pudding rice' or 'milk rice' in some countries are also medium-grain, but they tend to have too much rice starch, which is what makes that creamy texture in risotto or rice pudding. Vialone has less starch coating and therefore works well. See Looking At Rice for more information about different types of rice.
Ideally, the rice should be quite fresh. The best rice is new rice called shinmai, purchased within 3 months of harvest. Unfortunately, it's just about impossible to buy rice that fresh outside of Japan. Just buy the best rice you can afford. Once you learn how to make rice properly, you will really taste the difference between different kinds of rice.
Some popular 'first grade' Japanese rice varieties include Sasanishiki, Koshihikari and Akita Komachi. They tend to be expensive. (maki-justhungry)
See also :
Burger King
Soto
Japanese rice, or japonica rice, is a very particular variety. For traditional Japanese dishes you simply cannot substitute long-grain rice, jasmine rice, basmati rice, Carolina type rice, and so on. I sometimes hear people saying things like "But I can make onigiri with jasmine rice just fine, as long as I cook it so it's mushy and the grains stick together". No no no no no. A good onigiri, a good Sushi roll, a good nigiri-zushi, and most of all a good bowl of rice does not have mushy rice.
The one non-japonica variety that does work fairly well is Italian vialone rice, which is a medium-grain rice similar to japonica rice. Arborio, carnaroli and the rice sold as 'pudding rice' or 'milk rice' in some countries are also medium-grain, but they tend to have too much rice starch, which is what makes that creamy texture in risotto or rice pudding. Vialone has less starch coating and therefore works well. See Looking At Rice for more information about different types of rice.
Ideally, the rice should be quite fresh. The best rice is new rice called shinmai, purchased within 3 months of harvest. Unfortunately, it's just about impossible to buy rice that fresh outside of Japan. Just buy the best rice you can afford. Once you learn how to make rice properly, you will really taste the difference between different kinds of rice.
Some popular 'first grade' Japanese rice varieties include Sasanishiki, Koshihikari and Akita Komachi. They tend to be expensive. (maki-justhungry)
See also :
Burger King
Soto
Senin, 01 November 2010
Steak - Red Meat
Steak - Americans are very fond of red meat. Annually, on an average, Americans consume around 67 pounds of beef. Typically steak is a slice of meat cut from the fleshy part of beef. It is rich in zinc, selenium, phosphorous, iron and B vitamins. Beef is the richest source of Carnitine - the nutrient involved in the transport of long chain fatty acids into the power house of cells - mitochondria. Translated into plain English, what that means is Carnitine - the substance found in beef - about 95 mg of Carnitine for every 3.5 Oz of beef, will help to improve your exercise performance, may help to reduce the total cholesterol and triglycerides levels and may help you to combat chronic fatigue syndrome. Some cuts of Beef may even contain less fat than a skinless chicken thigh. Steak is high in calories too due to high level of fat and protein content. But when excess fat is removed, steak can be a healthy diet. Calorie conscious steak lovers can go for the leanest pieces of steak with low calories.
Grass fed Beef offers more beta carotene, Vitamin E and Omega 3 Fatty acids than conventional grain fed beef according one study by the University of California Cooperative Extension and California State University. In the long past, cattle grazed on grass and hay while in the recent times cattle are fed with grains. The grass fed cattle fattened fast and produce fat marbled meat. 'Marbling' is a term associated with determining the quality of steak. Marbling is a special kind of fat that keeps the meat fibers from tightening during cooking. It helps beef remain juicy and brings a special flavor. Shopping becomes easier if you learn to find if the fat is finely speckled throughout the meat. When the steak is cooked, marbling melts, makes the beef juicy and lends beef a unique flavor. More marbling ensures better quality of steak. Marbling is also referred to as the taste fat. (target woman)
See also :
Soto
Hanamasa
Grass fed Beef offers more beta carotene, Vitamin E and Omega 3 Fatty acids than conventional grain fed beef according one study by the University of California Cooperative Extension and California State University. In the long past, cattle grazed on grass and hay while in the recent times cattle are fed with grains. The grass fed cattle fattened fast and produce fat marbled meat. 'Marbling' is a term associated with determining the quality of steak. Marbling is a special kind of fat that keeps the meat fibers from tightening during cooking. It helps beef remain juicy and brings a special flavor. Shopping becomes easier if you learn to find if the fat is finely speckled throughout the meat. When the steak is cooked, marbling melts, makes the beef juicy and lends beef a unique flavor. More marbling ensures better quality of steak. Marbling is also referred to as the taste fat. (target woman)
See also :
Soto
Hanamasa
Langganan:
Postingan (Atom)
